
MAKNA HIDUP
Setiap orang ingin menikmati apa yang baik, indah, nyaman, enak, menguntungkan. Namun uniknya, keinginan itu acapkali menjadi keinginan sepihak. Artinya ya, kalau bisa "saya mendapatkan itu, saya ingin itu semua". Lalu, pertanyaannya "siapa yang memberikan itu semua?" Jawabannya "ya orang lain!". Orang lain! :) Bayangkan, kita yang menginginkan, orang lain yang memberikan.
Jika rasa ini yang mendominasi begitu banyak orang akibatnya bisa ditebak. Telunjuk mengarah kepada orang lain. Kata-kata keras dan cibiran mengarah kepada orang lain. Penilaian kinerja mengarah kepada orang lain.
Arah dan tujuan yang begitu kentara kepada orang lain ini pada gilirannya membuat orang cepat gelisah, marah, kecewa, pada saat "keinginan"nya tidak terpenuhi. Jika orang lain ada pada posisi dan sikap yang serupa, mereka pun akan merasakan sikap yang tidak jauh berbeda.
Oleh sebab itu, sikap yang seperti ini perlu dikritisi. Sikap seperti ini terlampau mementingkan diri, dan yang jelas, sikap seperti ini sebenarnya adalah sikap yang dahulu akrab dengan diri kita semua pada waktu umur masih di bawah lima tahun. Semestinya semakin bertambah usia, sikap ini tidak ekstrim menonjol.
Yang indah dari hidup manusia, ialah pada saat ia mau melangkah maju bukan melulu untuk terus mendapatkan, meraih dan menunjuk yang lain, tetapi pada saat diri yang sudah begitu banyak menerima cinta ilahi, mengalirkan cinta ilahi itu dalam wujud memberi dan melakukan apa yang baik, indah, nyaman, enak dan menguntungkan pertama sekali untuk orang lain.
Kongkritnya:
Kebahagaiaan dan kedamaian sejati berawal dari kemauan dan kesanggupan seseorang untuk memulai dari diri sendiri dalam menghadirkan apa yang baik, yang indah, yang nyaman, yang membuat orang lain merasa untung.
Saat ini yang menjadi gagasan utama kehidupan, nantikanlah "kejutan-kejutan" yang tidak pernah anda bayangkan dan dapatkan sesudahnya! Belum mencoba? Cobalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar